Selasa, 19 Maret 2013

ALAM DAN PEMANFAATAN DALAM PERTANIAN



ALAM DAN PEMANFAATAN
DALAM PERTANIAN

A.    Definisi Pertanian
Secara umum pengertian dari pertanian adalah suatu kegiatan manusia yang termasuk di dalamnya yaitu bercocok tanam, peternakan, perikanan dan juga kehutanan. Sebagian besar mata pencaharian masyarakat di Negeri Indonesia adalah sebagai petani, sehingga sektor pertanian sangat penting untuk dikembangkan di negara kita.
B.     Bentuk-bentuk Pertanian
1.      Sawah
Sawah adalah bentuk pertanian lahan basah karena menggunakan banyak air dalam kegiatan pertaniannya terutama pada awal kegiatan penanaman.



 

Macam-macam sawah di Indonesia :
  • Sawah Irigasi, adalah sawah dengan pengairan yang teratur
  • Sawah Lebak, adalah sawah yang terletak pada dataran banjir
  • Sawah Tadah hujan, adalah sawah yang pengairannya dari air hujan
  • Sawah Pasang Surut, adalah sawah yang terletak di muara sungai/tepi pantai.

2.      Tegalan
Tegalan adalah lahan kering yang ditanami dengan tanaman musiman atau tahunan, seperti padi ladang, palawija, dan holtikultura. Tegalan letaknya terpisah dengan halaman sekitar rumah.

                                                            Contoh lahan tegalan

Tegalan sangat tergantung pada turunnya air hujan. Tegalan biasanya diusahakan pada  daerah yang belum  mengenal sistem irigasi atau daerah yang tidak memungkinkan dibangun saluran irigasi. Permukaan tanah tegalan tidak selalu datar. Pada musim kemarau keadaan tanahnya terlalu kering sehingga tidak ditanami.
Tanaman utama di lahan tegalan adalah jagung, ketela pohon, kedelai, kacang tanah, dan jenis kacang-kacangan untuk sayur.
Tanaman padi yang ditanam pada tegalan hanya panen sekali dalam satu tahun dan disebut padi gogo. Selain itu tanah tegalan dapat ditanami kelapa, buah-buahan, bambu, dan pohon untuk kayu bakar. Cara bertani di lahan tegalan menggunakan sistem tumpangsari, yaitu dalam sebidang lahan pertanian ditanami bermacam-macam tanaman. Sistem tumpangsari sangat menguntungkan karena dapat mencegah terjadinya kegagalan panen.
3.      Ladang Berpindah
Ladang Berpindah adalah kegiatan pertanian yang dilakukan dengan cara berpindah-pindah tempat. Ladang dibuat dengan cara membuka hutan atau semak belukar. Pohon atau semak yang telah ditebang/dibabat setelah kering kemudian dibakar. Setelah hujan tiba, ladang kemudian ditanami dan ditunggu sampai panen tiba. Setelah ditanami 3 – 4 kali, lahan kemudian ditinggalkan karena sudah tidak subur lagi.


Areal hutan dibakar kemudian
dijadikan lahan berpindah

Kejadian ini berlangsung terus menerus, setelah jangka waktu 10 -  20 tahun, para petani ladang kembali lagi ke ladang yang pertama kali mereka buka.
Sistem ladang berpindah ini dapat mengakibatkan dampak negatif, diantaranya :
  • Mengurangi luas hutan
  • Kerusakan hutan,
  • Tanah menjadi tandus / lahan kritis
  • Tanah mudah tererosi,
  • Kebakaran hutan,
  • Pencemaran udara.
  • Banjir
4.      Pekarangan
Pekarangan adalah bentuk pertanian dengan memanfaatkan pekarangan/ halaman sekitar rumah. Biasanya lahan pertanian pekarangan diberi batas/pagar. Jenis tanaman yang diusahakan pada lahan ini antara lain jagung, kedelai, kacang tanah, sayur-sayuran, kelapa dan buah-buahan.



C.    Hewan dan Pertanian
Diperkirakan, sebelum masuknya pengaruh Hindu-Buddha (abad ke- XI – XIV M), kegiatan pertanian sudah dilaksanakan masyarakat. Kemudian dengan masuknya teknologi (bajak), pertanian pun kian berkembang. Kemungkinan adanya perkembangan teknologi pertanian terbukti dengan adanya tradisi pengolahan lahan tanpa menggunakan bajak pada sebagian masyarakat Batak, serta pemanfaatan peralatan lebih sederhana yang digerakkan manusia, seperti tenggala roda dan sisir kayu (Susilowati,2003:49).
Tradisi pengolahan lahan tanpa menggunakan bajak masih dilakukan hingga kini oleh sebagian masyarakat di Barus dan Tapanuli Selatan, yaitu dengan menggiring kerbau (sekitar 8 — 12 ekor) berkeliling pada lahan sawah secara berulang-ulang. Banyaknya kerbau yang digunakan menggambarkan besarnya populasi kerbau yang diternakkan oleh satu keluarga inti di sana.
Sekalipun tidak banyak lahan sawah yang diusahakan di Samosir, tempat komunitas subetnis Batak Toba, populasi kerbau yang diternakkan cukup banyak. Hal ini disebabkan banyaknya kebutuhan kerbau sebagai hewan kurban yang menyertai upacara adat yang diselenggarakan masyarakatnya.
Bagi masyarakat yang masih hidup dengan tradisi megalitik seperti Toraja, Sumba, Dayak Ngaju, dan Batak, kerbau merupakan hewan yang sering dikorbankan pada upacara-upacara adat seperti upacara kematian (rambu solo’,marapu, tiwah, saur matua dan mangokal holi), atau pembangunan rumah adat. Banyaknya kerbau yang disembelih pada suatu upacara adat, menggambarkan kemampuan keluarga atau tingginya status sosial seseorang di masyarakat. Hal itu tergambar secara simbolis pada banyaknya tanduk kerbau yang dipajang pada rumah adat.
Kerbau membajak sawah

D.    Sumber Air Bagi Pertanian
Selama ini, air permukaan lebih dikenal oleh masyarakat karena merupakan sumber utama untuk memenuhi kebutuhan air masyarakat. Walaupun tidak banyak masyarakat yang memahami istilah air permukaan itu sendiri, yang mereka ketahui hanyalah air sungai dan sebagainya. Air permukaan sangat erat kaitannya dengan ketersediaan air untuk memenuhi kebutuhan masyarakat, baik kebutuhan untuk dikonsumsi maupun untuk produksi. Berikut gambar yang menjelaskan hubungan (neraca) antara ketersediaan dan kebutuhan air.
Ketersediaan air dalam pengertian sumberdaya air pada dasarnya berasal dari air hujan (atmosferik), air permukaan dan airtanah. Dalam hal ini potensi airtanah tidak diperhitungkan, mengingat pengambilan airtanah merupakan pilihan terakhir untuk mengurangi kerusakan lingkungan akibat pengambilan airtanah yang berlebihan.
Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 77 Tahun 2001 Tentang Irigasi pada pasal 1 ayat 3 mendefinisikan bahwa irigasi adalah usaha penyediaan dan pengaturan air untuk menunjang pertanian, yang jenisnya meliputi irigasi air permukaan, irigasi air bawah tanah, irigasi pompa dan irigasi tambak. Rismunandar (1993) menjelaskan bahwa yang disebut irigasi merupakan usaha pengendalian, penyaluran dan pembagian air yang benar–benar diatur oleh manusia dan air benar–benar tunduk kepada manusia.
Berdasarkan gambaran di atas, penyusun mencoba untuk menelaah bagaimana persepsi petani pemakai airtanah terhadap irigasi airtanah dan manfaat irigasi airtanah sebagai sumber air pertanian bagi petani pemakai airtanah, Bagaimana mekanisme dan kontribusi pembayaran irigasi airtanah oleh petani pemakai airtanah.
Teknik penelitian menggunakan metode survei. Unit analisis penelitian ini adalah petani pemakai  airtanah, Obyek penelitiannya adalah persepsi petani pemakai airtanah terhadap irigasi airtanah dan manfaat irigasi airtanah sebagai sumber air pertanian bagi petani pemakai airtanah Obyek penelitiannya adalah persepsi petani pemakai airtanah terhadap irigasi airtanah dan manfaat irigasi airtanah sebagai sumber air pertanian bagi petani pemakai airtanah. . Berikut hasil analisis yang telah penyusun lakukan, maka kesimpulan yang didapatkan adalah bahwa Manfaat irigasi airtanah sebagai sumber air pertanian bagi petani pemakai airtanah adalah cukup baik.
E.     Budidaya Pertanian
Sepanjang Sejarahnya manusia telah berupaya membudidayakan tanaman yang ada di dunia ini yang diperkirakan 350.000 spesies, menjadi tanaman yang berfaedah untuk hidupnya. Diperkirakan, tanaman pertanian di seluruh dunia bisa mencapai 10.000 - 20.000 spesies. Jumlah tanaman yang secara ekonomi cocok pada kegiatan manusia mungkin sekitar 1.000 - 2.000 spesies. Lima belas spesies melengkapi bagian besar tanaman pangan dunia: padi, gandum, jagung, sorgum, barlai, tebu dan bit gula, kentang, ubi jalar dan ubi kayu, kedelai, kacang jogo dan kacang tanah; pisang dan kelapa. Produksi tahunan dalam juta ton dari 30 spesies tanam penting dunia. Di Indonesia sampai sekarang dikenal enam sistem pertanian: sistem ladang, sistem tegal pekarangan, sistem sawah dan sistem perkebunan. Kegiatan pertanian merupakan industri pembuatan bahan organik (gula, tepung, lignin, dsb.) dari zat an-organik (air, karbondioksida, dsb), dengan pabriknya terletak dalam sel-sel daun hijau, dan energinya cahaya matahari.


DAFTAR PUSTAKA

§  http://skripsi-indonesia.com/hubungan-persepsi-petani-pemakai-airtanah-dan-manfaat-irigasi-airtanah-dengan-pendapatan-petani-pemakai-airtanah/

2 komentar:

  1. ini yang aku cari, makasih gan artikelnya.
    sharing juga ni, dengar-dengar blog jokowarino.com tempat berbagi informasi mengenai pertanian indonesia adalah blog baru yang cukup bagus menyediakan referensi seputar pertanian, sesuai dengan namanya jokowarino.com tempat berbagi informasi mengenai pertanian indonesia memang tidak hanya membahas teori saja, namun infonya juga bersifat aplikatif, karena itulah kadang juga saya mengunjunginya DISINI>> jokowarino.com tempat berbagi informasi mengenai pertanian indonesia

    BalasHapus
  2. Terimakasih!

    BalasHapus